Bidang Keilmuan

Prasarana Kereta Api

Bidang ini mempelajari seluruh aspek teknis yang berkaitan dengan infrastruktur jalur kereta api. Cakupan materinya meliputi konstruksi jalan rel, struktur dan geometri jalan rel, struktur pendukung (jembatan, terowongan, dan bangunan stasiun), serta rekayasa tanah dan geoteknik dalam perkeretaapian.

Mahasiswa dibekali kemampuan untuk melakukan analisis, evaluasi, dan perencanaan prasarana. Bidang ini berperan penting dalam memastikan jalur kereta aman, handal, dan mampu mendukung kebutuhan transportasi masa kini.

Sarana Kereta Api

Bidang sarana memfokuskan pada rancang bangun, karakteristik teknis, dan teknologi kendaraan rel, baik itu lokomotif, kereta penumpang, gerbong barang, maupun kereta berpenggerak. Cakupan materinya meliputi bogie dan sistem pengereman, sistem propulsi dan traksi, dinamika kendaraan rel, manufaktur kereta api, serta perawatannya.

Melalui bidang ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami teknologi sarana kereta api terhadap keselamatan, kenyamanan, efisiensi energi, dan standar operasional perkeretaapian modern.

Persinyalan dan Telekomunikasi Kereta Api

Bidang ini mempelajari sistem pengendalian perjalanan kereta yang menjamin keselamatan, keandalan, dan efisiensi operasi. Cakupan materinya meliputi sistem persinyalan mekanik dan elektrik, hingga sistem persinyalan modern seperti Communication Based Train Control (CBTC). Pada sisi telekomunikasi, materi meliputi radio komunikasi kereta api, transmisi data operasi, sistem jaringan fiber, hingga teknologi komunikasi modern seperti GSM-R dan FRMCS.

Mahasiswa dibekali pemahaman tentang integrasi persinyalan–telekomunikasi dalam mendukung sistem kendali terpadu seperti Centralized Traffic Control (CTC).

Manajemen Operasi Kereta Api

Bidang ini berfokus pada perencanaan, pengaturan, dan pengendalian operasi perjalanan kereta agar berjalan aman, tepat waktu, dan efisien. Materi kajiannya terdiri dari timetablingdispatching, manajemen gangguan, perhitungan headway, optimasi penggunaan sarana dan prasarana, serta pelayanan penumpang dan manajemen stasiun.

Mahasiswa juga mempelajari aspek regulasi perkeretaapian, analisis risiko, keselamatan operasional, hingga manajemen bisnis transportasi rel. Mahasiswa diharapkan mampu merancang dan mengelola operasi perkeretaapian sesuai standar praktik terbaik industri.